Hidup tapi Mati

Tulisan ini sungguh luar biasa, tidak hanya sekedar mengingatkan, namun juga menusuk ke hati agar tidak salah dalam menggunakan teknologi. Betapa sering saya atau Anda yang mengalaminya. Namun yang utama saat membaca tulisn copas dari facebook yang saya dapatkan dari Tony Vhariant. Semoga bisa memberikan pemahaman dan masukan ke hati untuk kita semua. 

Yang utama saat membaca tulisan ini adalah “Bacalah untuk memahami bukan sekedar melihat dan merespon”, sebagai berikut:


_ Bertamu, main HP....

_ Ibadah/dengar khutbah, main HP...

_ Di tempat tahlilan, main HP....

_ Terima tamu, main HP...

_ Bekerja, main HP.... 

_ Belajar, main HP....

_ Sambil makan, main HP...

_ Badan kurang fit, main HP...

_ Di tengah keluarga, main HP... 

_ Saat berkendarapun, main HP...

Naudzubillah, Kiamatlah duniamu tanpa HP...


Kadang terlihat dua orang duduk berhadapan, tapi tidak berbicara sama sekali, karena salah satu atau keduanya sibuk main HP

Kalaupun harus bicara akhirnya tidak nyambung dan muncul sikap tidak lagi peduli.

_ Punya masalahpun bukan lagi mendatangi keluarga yang dekat, tetapi membahas di sosmed rasanya lebih 'afdhal'.

_ Manusia menjadi 'ada tapi tiada' sahabat

_ Jasad - jasad yang telah menjadi zombi berkeliaran.

_ Hidupnya hanya seputar dunia dalam ponselnya.

_ Basahnya embun pagi...Hangatnya matahari pagi. Itulah keramahan alam sekitar kita utk kita syukuri dan kita nikmati.

_ Jabat erat tangan sahabat telah hilang dan diganti dengan gambar-gambar mati pada ponsel... 

_ Gerak petualangan akan hebatnya bumi juga sudah diganti hanya dengan gerakan telunjuk dan jempol...

Hidup dalam kematian itu adalah keniscayaan, tapi mati dalam kehidupan itu pilihan.

_ Maka bangunlah, hiduplah sebagaimana manusia itu hidup..

_ Saat suami/istri datang, simpan HPmu

_ Saat anak bercerita, simpan HPmu 

 _ Saat ibu bapak bicara, simpan HPmu

_ Saat tamu berkunjung, simpan HPmu

_ Saat berkumpul di ruang keluarga simpanlah HPmu

_ Saat rumah bau berantakan, simpan HPmu

Perhatikan duniamu dengan seksama Sebab nikmat Alloh ada di sana. Hiduplah...!!!

Engkau belum mati, tapi sudah bertingkah seperti mayat. Semoga kita tidak seperti itu.

Ketahuilah bahwa HP itu bisa jg sbg RACUN kehidupan. Dimana akan banyak sekali sisi negatif yg akan timbul bila kita sudah terlalu maniac dgn media sosial tersebut. Baik secara fsikis bahkan secara fisik. Bhs psikologi nya Nomophobia. 

Yukk...mulai sekarang kita mengurangi fokus kita ke yg namanya HP atau Gadget. Yg semula 4 jam per hari secara perlahan di kurangi menjadi 3,5 jam, bsk nya 3 jam perhari dan seterusnya dan seterusnya. Maka dengan menjauhkan diri kita dari dunia maya sama artinya dgn kita membuang racun dlm tubuh kita, bahasa kerennya detoksifikasi mental dan psikologis. Walahwalambissawab (Copas edited).

Semoga bermanfaat.

Post a Comment

0 Comments