Melihat Calon Mantu Lebih Dekat

Trend Mertua: Menerawang Calon Menantu Melalui Media Sosial, itu seperti melihat kriteria calon karyawan yang dilakukan oleh HRD.


Ada pepatah, buku adalah jendela dunia. Di zaman yang modern ini, dapat dikatakan media sosial adalah jendela karakter seseorang. Media sosial dibuat untuk menghubungkan diri kita dengan orang lain. Sebetulnya media sosial dapat menjadi media untuk segala macam kebutuhan dasar komunikasi. Ada yang memakai untuk bertukar info, mempromosikan barang dagangan, atau ada yang sekedar memasang foto-foto pribadi mereka. 

Tapi ada juga calon mertu yang memakai media sosial untuk melihat calon menantu yang akan menjadi pendamping anaknya. Karena di media sosial biasanya terpampang jelas kehidupan sehari-hari seseorang. Media sosial boleh dikatakan sebagai buku harian atau diary digital seseorang. Dari media sosial, dapat terbaca karakter dan potensi seseorang. Akan terlihat apakah seorang calon mantu itu seseorang yang memiliki karakter terorganisir, positif dan optimis ataukah karakternya amburadul dan pesimis, bahkan bisa melihat bagaimana perilaku dan kehidupannya sehari-hari.


Hal ini bisa terlihat dari:

1. Kalimat Yang Sering Diposting Calon Menantu

Kalimat atau kata-kata yang dipasang di media sosial seperti facebook atau twitter akan menunjukkan jati diri seseorang. Bahkan sering kali yang terbaca adalah isi pikiran seseorang. Jika dia sering memasang kata motivasi, mungkin dia suka memotivasi dan memimpin. Tapi jika yang terbaca sering kata-kata kasar dan mengecam, patutlah diwaspadai karakter kepribadiannya. Di sini akan terlihat sopan santun seseorang. Seorang yang santun tidak akan memposting kata-kata makian di facebook atau twitternya.

2. Banyak Mengeluh Atau Pesimis

Setiap calon mertua pasti ingin mendapatkan calon mantu yang positif dan optimis dalam menghadapi tantangan hidupnya. Jika calon mertua menangkap terlalu banyak kata-kata negatif dan pesimis dalam akun sosial media calon mantu tersebut maka ini akan menjadi masalah bagi calon mantu. Mungkin beberapa orang menganggap remeh kata-kata negatif yang cenderung pesimistis, tetapi tidak demikian bagi calon mertua. Kalimat galau yang berlebihan akan membuat calon mantu dinilai kurang memiliki ketahanan dalam hidupnya.

3. Postingan Foto-Foto

Dari postingan foto yang ada di media sosial, calon mertua akan melihat apa saja aktivitas harian yang calon mantu lakukan di luar rumah. Jika terlalu banyak aktivitas di malam hari seperti nonton, pesta atau clubbing bisa saja calon mertua menilai calon mantu ini terlalu banyak aktivitas malam dan tidak mungkin mengurus rumah dengan baik. Aktivitas malam hari yang berlebihan akan dianggap mengganggu efektivitas dirinya utnuk melakukan intensitas dengan suami apalagi untuk keluarga.


Inspirasi: www.linovhr.com


Post a Comment

0 Comments