Tas Siaga Bencana

Musibah bisa datang pada siapa saja, baik itu musibah karena alam atau pun musibah karena faktor lain. Banyak hal yang menyebabkan terjadinya musibah, namun yang perlu dilakukan adalah berjaga-jaga dan waspada terhadap apa yang harus dilakukan saat terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan.


Kebetulan saya mendapatkan sebuah artikel bagus di facebook yang bisa kita gunakan apabila terjadi sesuatu. Termasuk diantaranya menjaga bagaimana tetap fokus pada dokumen penting dan berbagai hal yang harus kita bawa saat terjadi benacana.

Semoga artikel dan tulisan Britania Sari yang di post di Facebook pada tanggal 12 Oktober 2018, bermanfaat bagi kita semua. Dan untuk Britani Sari semoga mendapat pahala atas kebaikan dengan menulis artikel ini.



Berikut artikel tentang “Menyiapkan Tas Siaga Bencana”.

Menyiapkan Tas Siaga Bencana.

Tas siaga bencana adalah sebuah tas yang disiapkan sebelum terjadinya bencana. Tas diletakkan di tempat yang mudah terjangkau atau di pintu keluar. 1 anggota keluarga memiliki 1 tas siaga bencana.



Isi Tas Siap Siaga :

1. Surat Penting. (Akte kelahiran, surat kendaraan, surat tanah, ijazah, pasport, kartu keluarga, buku nikah & surat penting lainnya). Saya scan simpan di google drive & difotokopi sebanyak jumlah anggota keluarga lalu Dimasukkan ke dalam kantong khusus, lebih baik yg kedap air.


2. Kotak P3K. (Masker, kapas, kasa, plester, peniti, alkohol, gunting, rivanol, iodine povidone, pembalut, cotton bud & obat-obatan pribadi).


3. Pampers (untuk yg memiliki balita)
4. Pakaian untuk 3 hari. Selimut & peralatan shalat.


5. Jas hujan
6. Makanan ringan yang tahan lama. (Biskuit, permen, coklat, abon, kornet, dll)


7. Air mineral
8. Senter.


9. Peluit. (Jika membutuhkan bantuan membunyikan peluit)



10. Uang tunai
11. Peralatan mandi. (Sabun, shampo, sikat gigi, pasta gigi, deodorant, sisir,



Cek kadaluarsa obat dan makanan setiap 3-6 bulan sekali. Lalu isi dengan obat dan makanan pengganti yang baru.

Tas siaga bencana berisi kebutuhan/peralatan penunjang hidup untuk 72 jam (tiga hari pertama) bencana sambil menunggu bantuan dari tim penolong. Every one is a life saver.



Sikap kesiapsiagaan merupakan sebuah sikap dimana kita membuat rencana & tahu harus berbuat apa sebelum, ketika & sesudah bencana terjadi.

Infokan isi & kegunaan peralatan di dalam tas siaga bencana dan lakukan simulasi apa yg harus dilakukan ketika bencana datang kepada anggota keluarga.

Kita memang tidak bisa memprediksi datangnya bencana tp kita bisa belajar meminimalkan dampak ketika bencana terjadi dan setelah itu bertawakal.

Ini adalah bentuk ikhtiar, keyakinan bahwa Rahmat Allah pasti datang setelah berikhtiar. Setelahnya bersabar & tawakal ketika musibah itu datang.

Laa Hawla wa Laa Quwwata Illa Billah. Tidak ada usaha, kekuatan & upaya selain dengan kehendak Allah.

Post a Comment

0 Comments